TANJAB BARAT — Dalam upaya mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), personel Patroli Terpadu Pos Karhutla Kelurahan Dusun Kebun bersama Manggala Agni, Koramil Tungkal Ulu dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli serta sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Perkebunan Desa Sungai Badar, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sabtu (26/9/2026).l
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.40 WIB tersebut melibatkan Aipda F. Simanjuntak, S.H., dari Polri, Koptu Rossi dari Koramil Tungkal Ulu 0419-TU, personel Manggala Agni Demin dan Andri Maharani, A, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Syari Fudin.
Dalam patroli tersebut, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau indikasi Karhutla kepada Posko Karhutla. Masyarakat juga diminta meneruskan informasi dan imbauan pencegahan kepada warga lainnya.
Selain sosialisasi, tim melakukan pengecekan dan pencarian sumber air berupa embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk mendukung upaya pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla.
Petugas juga menyambangi sejumlah lahan perkebunan warga yang dalam kondisi kering setelah dilakukan penyemprotan racun. Pemilik lahan diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga area tersebut dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang atau memantikkan puntung rokok sembarangan.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy, T.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat Ipda Ucen, mengatakan patroli terpadu merupakan langkah preventif untuk memastikan kesiapsiagaan personel sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutla.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan peran bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Ketersediaan sumber air juga perlu dipastikan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran,” ujar Ipda Ucen.
Dari kegiatan tersebut, terjalin komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat. Warga juga semakin memahami bahaya Karhutla yang dapat menimbulkan kerugian bagi lingkungan, masyarakat maupun pemilik lahan.
Patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara terpadu sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga wilayah Tanjung Jabung Barat dari ancaman Karhutla.
Posting Komentar