TANJAB BARAT — Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu melaksanakan pengecekan lapangan (ground check) terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, menindaklanjuti pemantauan hotspot pada Jumat, 18 September 2026, di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan data pemantauan tersebut, tercatat 20 titik hotspot di wilayah Kecamatan Batang Asam.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan verifikasi terhadap sejumlah titik yang terpantau.
Team 1 Karhutla Polsek Tungkal Ulu, sekitar pukul 13.50 WIB, menemukan titik hotspot di wilayah Suban dengan koordinat yang terpantau pada X 102.86. Hasil pengecekan menunjukkan adanya bekas lahan terbakar seluas sekitar ±2 hektare. Saat dilakukan verifikasi, kondisi api telah padam.
Selanjutnya, Team 2 Karhutla Polsek Tungkal Ulu, sekitar pukul 15.10 WIB, melakukan pengecekan pada titik koordinat X 102.7806, Y -1.1393. Tim menemukan bekas lahan terbakar seluas sekitar ±1 hektare dan memastikan api telah padam.
Dari hasil keseluruhan verifikasi, ditemukan bekas lahan terbakar seluas ±3 hektare di wilayah Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kondisi lahan merupakan tanah mineral dan tidak ditemukan api yang masih menyala saat dilakukan pengecekan.
Untuk pemilik lahan maupun pihak yang diduga melakukan pembakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, api diduga berasal dari bagian bawah bukit dan bergerak ke arah atas mengikuti hembusan angin.
Dalam pelaksanaan ground check, personel menggunakan 6 unit kendaraan roda dua dan 6 unit telepon seluler Android untuk mendukung mobilitas serta dokumentasi kegiatan.
Tim juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan, pengawasan di sekitar lokasi bekas terbakar, serta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan.
Kendala di lapangan antara lain kondisi medan yang terjal, berbukit dan terdapat jurang. Selain itu, akses menuju lokasi relatif sempit dengan banyak tumbangan kayu serta kondisi jalan yang berdebu tebal.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy TK, M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen, mengatakan kegiatan ground check merupakan bagian dari langkah cepat kepolisian dalam menindaklanjuti informasi hotspot guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Setiap titik hotspot yang terpantau menjadi perhatian untuk segera diverifikasi. Kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan lapangan sebagai upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah hukum Polsek Tungkal Ulu,” ujar IPDA Ucen.
Polsek Tungkal Ulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi Karhutla kepada pihak kepolisian maupun petugas terkait.
Posting Komentar