TANJAB BARAT – Guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K, M.H., memimpin langsung pengecekan Sarana dan Prasarana (Sapras) di PT. WKS Distrik VI, Kelurahan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat pada Rabu (15/04/2026) pagi pukul 09.50 WIB.
Dalam peninjauan ini, Kapolres didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Tanjab Barat, di antaranya Kabag Ops AKP Hermanto, S.H., Kasat Reskrim AKP Ayub Peter Bernardus, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam IPTU Pratiyno, S.H., Kasat Sabhara AKP Binsar H Tamba, serta Kanit Tipidter IPDA Daniel Edward H. Situmorang, S.Tr.K.
Pantau Hotspot Melalui "Situation Room"
Kapolres beserta rombongan bersama tim Damkar PT WKS meninjau langsung Situation Room. Ruangan ini menjadi pusat kendali yang dilengkapi dengan monitor deteksi canggih seperti Sipongi, Windy, AWS (Automatic Weather Station), dan FROS.
Sistem ini berfungsi secara real-time untuk memprediksi cuaca serta memantau titik hotspot (titik panas) di wilayah konsesi maupun sekitarnya. Kapolres juga melakukan pengecekan ke ruang Incident Command System (ICS) dan gudang peralatan pemadam kebakaran.
Komitmen Perlindungan Radius 5 KM
Kapolres Tanjab Barat melalui Kasi Humas, IPDA Ucen S. Kasih, menyatakan apresiasinya terhadap kesiapan PT. WKS Distrik VI.
Perusahaan dinilai sangat serius dalam upaya pencegahan Karhutla.
"PT. WKS Distrik VI menunjukkan komitmen yang kuat. Kesiapsiagaan mereka tidak hanya terbatas pada areal konsesi HTI saja, tetapi juga menjangkau hingga radius buffer 5 Km dari batas luar konsesi ini sesuai dengan komitmen manajemen perusahaan dalam menjaga lingkungan," ujar IPDA Ucen.
Detail Kelengkapan Sapras
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan. Berikut adalah rincian aset pemadam yang disiagakan:
Selain alat mesin, pengecekan juga meliputi alat pendukung seperti Chain Saw, Knapsack Power Sprayer, dan puluhan unit Reducer penghubung selang.
Kegiatan pengecekan ini berakhir dengan situasi yang aman dan kondusif. Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko Karhutla di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya menjelang musim kemarau.
Posting Komentar