KUALA TUNGKAL – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Polres Tanjab Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral guna mempercepat implementasi program Ketahanan Pangan Nasional.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pola Kantor Bupati Tanjab Barat pada Rabu (15/04/2026) pagi.
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tanjab Barat, H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Wakapolres Tanjab Barat, KOMPOL Andi Musahar, S.H. Turut hadir Kapolres Tanjab Barat AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K., M.H., Sekda Hermansyah, jajaran PJU Polres, kepala OPD, Camat, perwakilan perusahaan, serta kelompok tani dan Apdesi Merah Putih.
Dalam sambutannya, Wakapolres Tanjab Barat KOMPOL Andi Musahar menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI. Polri menargetkan setiap desa memiliki minimal 1 hektar lahan produktif.
"Target kita untuk Tanjab Barat adalah 250 hektar lahan tanam dalam satu tahun. Jika satu hektar menghasilkan 4 ton, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan daerah," ujar
Wakapolres. Ia juga mengajak pihak swasta berkontribusi melalui program CSR untuk memperkuat infrastruktur pertanian.
Capaian dan Target Strategis
Bupati H. Anwar Sadat mengapresiasi inisiasi Polres Tanjab Barat dalam memperkuat kemandirian bangsa. Beliau memaparkan data evaluasi tahun 2025 yang menunjukkan tren positif:
Surplus Beras: Produksi mencapai 25.136 ton dengan surplus 1.037 ton dari kebutuhan konsumsi.
Penyaluran bantuan traktor, pompa air, hingga teknologi drone sprayer melalui dana APBN.
Target Jagung: Hingga Maret 2026, realisasi tanam jagung telah mencapai 150 hektar dari komitmen "1 Desa 1 Hektar".
"Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif. Saya meminta para Camat dan Kades mengoptimalkan lahan tidur, serta jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus mendampingi petani agar distribusi sarana produksi tepat sasaran," tegas Bupati.
Kesepakatan Bersama
Rapat koordinasi yang juga diisi dengan pemaparan materi dari Kabag SDM Polres, Dinas Ketahanan Pangan, dan BRI Kuala Tungkal ini menghasilkan tiga poin kesepakatan utama:
Sinergi penuh antara Polri dan Pemerintah Daerah dalam program ketahanan pangan.
Akselerasi program "1 Desa 1 Hektar" yang difokuskan pada komoditas jagung sesuai arahan Polda Jambi.
Komitmen sektor swasta untuk mendukung penyediaan bibit, lahan, dan pendanaan melalui skema CSR.
Kegiatan yang berakhir sekira pukul 11.00 WIB ini diharapkan menjadi katalisator bagi Kabupaten Tanjab Barat dalam mempertahankan status sebagai lumbung pangan di Provinsi Jambi.
Posting Komentar