MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat
TANJAB BARAT — Peristiwa dugaan pengeroyokan dan penikaman terhadap seorang remaja terjadi di kawasan Jembatan Sugeng, Kecamatan Bram Itam Kanan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.

Korban diketahui berinisial MF (16), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Prof. Dr. Sri Soedewi M.S., S.H Lorong Nelayan, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian samping kanan kepala, lengan kanan, dan paha kanan yang diduga akibat senjata tajam. Korban kemudian dilarikan ke IGD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal untuk mendapatkan penanganan medis berupa penjaitan luka, pemeriksaan rontgen, serta pemasangan infus.

Saat ini korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan tawuran antarkelompok remaja. Polisi menduga korban merupakan bagian dari kelompok remaja yang berencana melakukan penyerangan ke wilayah kelompok lain dengan membawa senjata tajam.

Dugaan tersebut diperkuat dari temuan isi galeri telepon genggam korban dan percakapan dalam grup yang berisi ajakan berkumpul sebelum kejadian berlangsung.

Namun sebelum tiba di lokasi tujuan, korban bersama rombongannya diduga terlebih dahulu diserang oleh kelompok lawan hingga menyebabkan korban mengalami luka bacok.

Hingga kini, Satreskrim Polres Tanjung Jabung Barat bersama Unit Intelkam masih melakukan pendalaman terkait identitas kelompok lawan, jumlah pelaku, serta motif pasti kejadian tersebut.

Sejumlah langkah kepolisian juga telah dilakukan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi dan dokter yang menangani korban, serta mengamankan barang bukti.

Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat, Ipda Ucen S, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
“Kami masih mendalami identitas para pelaku dan motif kejadian. 
Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak remaja guna mencegah terjadinya aksi kekerasan maupun tawuran,” ujarnya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama