Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.50 WIB tersebut dilaksanakan di kediaman Tokoh Agama Jemaat GMI, Sdr. Hutajulu, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Tanjab Barat serta personel Polsek Tungkal Ulu dan Polsek Merlung.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanjab Barat AKBP Maulia Kuswicaksono menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan kerja sama antara Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat guna menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar secara langsung dan memahami dengan jelas apa yang menjadi inti persoalan serta harapan masyarakat terkait permasalahan pembangunan rumah ibadah Jemaat GMI Moria di Desa Rantau Benar. Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan musyawarah dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Kapolres.
Sementara itu, perwakilan Jemaat GMI Moria menyampaikan bahwa bangunan tersebut telah dibangun sejak tahun 2024 dan sempat digunakan untuk kegiatan ibadah selama kurang lebih enam bulan sebelum muncul keberatan dari pihak perangkat desa.
Menurut mereka, berbagai upaya mediasi juga telah dilakukan dengan menemui tokoh adat setempat guna mencari solusi terbaik. Namun hingga saat ini belum ditemukan titik temu yang dapat menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami menjamin seluruh jemaat tidak akan terpancing oleh provokasi dari pihak mana pun dan tetap berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban di Desa Rantau Benar selama proses penyelesaian berlangsung,” ungkap perwakilan jemaat.
Pada kesempatan yang sama, Kabag Ops Polres Tanjab Barat AKP Hermanto menegaskan bahwa aparat keamanan bersikap netral dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi permasalahan tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar bijak dalam menyikapi persoalan ini dan tidak melakukan tindakan maupun menyampaikan pernyataan yang berpotensi memicu provokasi. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen S. Kasih mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi dan dialog yang dilakukan Kapolres bersama Dandim merupakan bagian dari langkah preventif aparat keamanan dalam mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat.
“Polres Tanjab Barat terus mengedepankan upaya dialog, mediasi, dan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat guna mencari solusi terbaik terhadap setiap permasalahan yang muncul. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menjaga persatuan, serta menyerahkan proses penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku,” kata IPDA Ucen.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Polres Tanjab Barat bersama unsur Forkopimda berkomitmen terus melakukan langkah-langkah mitigasi guna menjaga stabilitas keamanan serta kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Posting Komentar