Tanjab Barat – Polres Tanjab Barat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penanggulangan Kejahatan Jalanan oleh Kelompok Remaja di wilayah hukum Polda Jambi melalui Zoom Meeting, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB.
Kegiatan berlangsung di Ruang Coffee Morning Lantai 2 Mapolres Tanjab Barat dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, IRJEN Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., serta diikuti seluruh jajaran Polres se-Polda Jambi.
Di Polres Tanjab Barat, kegiatan dihadiri Wakapolres Tanjab Barat KOMPOL Andi Musahar, S.H., Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan H. Yan Ery, S.Pt., M.Si., Kadis Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat H. Dahlan, S.Sos., M.M., Kadisbudparpora H. Angsori, S.Ag., M.H., M. Yusuf, para Pejabat Utama Polres Tanjab Barat, para Kapolsek jajaran, serta instansi terkait.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, penayangan selayang pandang penanggulangan kejahatan jalanan di Provinsi Jambi, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kapolda Jambi, Kepala Kejaksaan Negeri, Danrem 042/Garuda Putih, dan Gubernur Jambi.
Dalam arahannya, Kapolda Jambi menegaskan agar tidak menggunakan istilah "geng motor" karena dinilai dapat memberikan pengakuan terhadap kelompok tersebut. Menurutnya, istilah yang lebih tepat adalah kelompok remaja yang melakukan pelanggaran ketertiban umum. Kapolda juga menjelaskan bahwa meningkatnya aktivitas kelompok tersebut dipengaruhi masa libur sekolah serta pemanfaatan media sosial untuk mengorganisasi kegiatan yang berpotensi memicu aksi balap liar, konvoi, hingga tawuran.
Kapolda memaparkan sejumlah strategi penanggulangan, di antaranya meningkatkan edukasi dan penyuluhan di sekolah maupun desa, penertiban kendaraan berknalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, patroli skala besar pada jam rawan, serta optimalisasi Siskamling dan pemanfaatan CCTV sebagai langkah deteksi dini.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri menyampaikan bahwa fenomena tersebut telah mengarah pada kejahatan jalanan yang terorganisasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi daerah, optimalisasi Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), pembinaan melalui sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta penyediaan sarana olahraga sebagai wadah penyaluran bakat generasi muda.
Danrem 042/Garuda Putih menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam melakukan pembinaan kepada remaja, disertai penegakan hukum yang profesional dan terukur serta penguatan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jambi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan langkah pencegahan melalui pengawasan orang tua, pendidikan karakter di sekolah, penyediaan ruang kreativitas bagi generasi muda, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
Kapolres Tanjung Jabung Barat melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat, IPDA Ucen S. Kasih, mengatakan bahwa Polres Tanjab Barat siap menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut dengan memperkuat langkah-langkah preventif dan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, sekolah, tokoh masyarakat, serta para orang tua.
"Polres Tanjab Barat berkomitmen meningkatkan kegiatan edukasi, patroli, pembinaan kepada pelajar, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mencegah terjadinya kejahatan jalanan oleh kelompok remaja.
Pencegahan sejak dini merupakan kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tanjung Jabung Barat," ujar IPDA Ucen S. Kasih.
Posting Komentar