MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat

TANJUNG JABUNG BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di area perkebunan warga dan kawasan konsesi PT WKS di RT 17 Dusun Kampung Tengah, Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
Berdasarkan hasil groundcheck dan verifikasi di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare. Lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa tanaman kelapa sawit berusia sekitar dua tahun serta semak belukar.
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat IPDA Ucen S. Kasih, mewakili Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., mengatakan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.40 WIB setelah Pos Satgas Karhutla Kecamatan Betara dan personel Polsek Betara melihat titik asap dari menara api.
“Setelah melihat adanya titik asap, personel Satgas Karhutla bersama personel Polsek Betara langsung menuju lokasi untuk melakukan groundcheck dan verifikasi sekaligus melakukan penanganan terhadap kebakaran,” ujar IPDA Ucen.

Setibanya di lokasi, personel gabungan bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang kembali menyala.
Penanganan Karhutla melibatkan unsur gabungan, yakni enam personel Polsek Betara, dua personel Koramil 419-03/TI, 20 personel BPBD, 10 personel Manggala Agni, 30 personel RPK Distrik 1 PT WKS, 10 personel PetroChina, tiga personel unsur Pemerintah Kecamatan Betara, serta 30 personel Kompi 3 Batalyon A Brimob.

Dalam proses pemadaman, tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain enam unit mesin V20, empat unit mesin Robin, 10 unit nozzle, 40 rol selang, serta tiga unit alat berat Komatsu milik PT WKS untuk melakukan penyekatan guna mencegah api meluas.

Selain itu, helikopter PT WKS turut melakukan water bombing sebanyak 22 kali dengan total kapasitas sekitar 5.000 liter. Penanganan juga didukung enam unit water tank berkapasitas 5.000 hingga 10.000 liter dari PT WKS dan PetroChina serta dua embung penampung air dari BPBD dan PetroChina.

Petugas menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dukungan water tank dari PT WKS dan PetroChina dikerahkan ke lokasi.

“Untuk penyebab kebakaran, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Betara. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan selesai,” kata IPDA Ucen.

Petugas juga melakukan langkah penanganan berupa pengamanan lokasi, pemasangan police line, pengamanan barang bukti, koordinasi lintas sektoral, serta pendataan dan pencatatan keterangan pihak terkait.

Polsek Betara bersama Satgas Terpadu Karhutla selanjutnya akan melakukan monitoring dan groundcheck lanjutan untuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal serta tidak terdapat hotspot, bara api, maupun titik api yang kembali muncul.

Bhabinkamtibmas dan personel Binmas juga akan terus meningkatkan sosialisasi kepada kelompok tani dan masyarakat mengenai bahaya Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi yang mudah terbakar.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap melalui Call Center Polri 110.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama