KUALA TUNGKAL – Masyarakat diimbau untuk mewaspadai modus penipuan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu meniru suara orang terdekat. Pelaku memanfaatkan kemiripan suara untuk mengelabui korban, biasanya dengan mengaku berada dalam situasi darurat dan meminta bantuan uang secara mendesak. Jumat 23/10/2026
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat, Ipda Ucen, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap panggilan telepon atau pesan suara dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika disertai permintaan transfer uang maupun desakan untuk segera mengambil keputusan.
“Jangan langsung percaya hanya karena suara yang terdengar mirip dengan anggota keluarga atau orang yang dikenal. Tetap tenang, jangan panik, dan pastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan,” ujar Ipda Ucen.
Menurutnya, salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah pelaku mengaku mengalami kecelakaan, sedang menghadapi masalah, atau membutuhkan pertolongan mendesak. Situasi tersebut sengaja dibuat agar korban panik dan tidak sempat melakukan verifikasi.
Ipda Ucen mengingatkan masyarakat agar menghubungi kembali orang yang bersangkutan melalui nomor telepon yang sudah dikenal atau mengonfirmasi kepada anggota keluarga lainnya. Masyarakat juga diminta tidak terburu-buru mengirimkan uang, memberikan kode OTP, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak yang belum dapat dipastikan identitasnya.
“Lakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain yang tepercaya. Jangan mudah terpengaruh oleh tekanan atau ancaman yang mengharuskan kita bertindak cepat,” tegasnya.
Polres Tanjung Jabung Barat mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan dugaan penipuan. Kewaspadaan dan kebiasaan memeriksa kebenaran informasi menjadi langkah penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan.
Humas Polres Tanjung Jabung Barat
Posting Komentar