TUNGKAL ULU – Polsek Tungkal Ulu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan intensif terhadap para petani. Pada Senin pagi (26/1/2026), personel Bhabinkamtibmas melakukan monitoring langsung terhadap proses pemipilan dan penjemuran jagung di lahan produktif Desa Brasau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara Polri, BUMDes Karya Bersama, dan Kelompok Tani Maju Jaya guna memastikan hasil panen jagung hibrida dapat dikelola dengan maksimal untuk kesejahteraan warga desa.
Aiptu Suprayogi (Bhabinkamtibmas Desa Brasau) bersama Sdr. Haryadi (Ketua BUMDes Karya Bersama) dan anggota Kelompok Tani Maju Jaya yang diketuai oleh Supriyadi.
Monitoring kegiatan pemipilan (perontokan) jagung, penjemuran hasil panen, serta pengecekan sisa lahan jagung seluas 0,2 Ha yang belum dipanen.
Lahan Ketahanan Pangan RT 02, Desa Brasau, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (berjarak ± 28 KM dari Mapolsek).
Senin, 26 Januari 2026, mulai pukul 10.30 WIB.
Melaksanakan program pendampingan lahan produktif ketahanan pangan guna memantau produktivitas hasil panen serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap hasil perontokan jagung hibrida. Dari total lahan seluas 1 Hektar, estimasi hasil panen saat ini mencapai sekitar 3 Ton.
Kondisi Lahan dan Tantangan Petani
Lahan seluas satu hektar ini difokuskan pada tanaman hortikultura jenis jagung hibrida pipil. Meski menunjukkan hasil yang cukup baik, Aiptu Suprayogi mencatat beberapa kendala teknis yang dihadapi oleh kelompok tani Maju Jaya dalam mengelola lahan tersebut.
"Berdasarkan pantauan di lapangan, kendala utama adalah sistem pengairan yang masih mengandalkan tadah hujan karena belum adanya irigasi permanen. Selain itu, untuk proses pasca-panen, petani masih harus meminjam mesin perontok jagung dari desa lain," ungkap Aiptu Suprayogi.
Dukungan Polri Terhadap Ketahanan Pangan
Kapolsek Tungkal Ulu, AKP Windy T.K., M.H., menyatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam program ini bukan sekadar mengawasi, tetapi juga memberikan semangat dan menjadi penyambung lidah petani jika terdapat kendala sarana prasarana yang krusial.
"Kami terus mendorong optimalisasi lahan produktif. Meskipun ada kendala air dan alat mesin pertanian (alsintan), kami akan terus mendampingi agar program ketahanan pangan di Desa Brasau ini berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," ujar Kapolsek.
Hingga saat ini, proses pemipilan dan penjemuran masih berlangsung dengan pengawasan dari pihak desa dan kepolisian guna memastikan keamanan hasil bumi hingga siap dipasarkan.
Posting Komentar