Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat, daerah, dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan, Plt.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG yang mengikuti secara daring, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD, Kapolres Tanjung Jabung Barat yang diwakili Kabag Ops, Kepala Pos SAR Kuala Tungkal, Staf Bea dan Cukai Kuala Tungkal, serta 34 peserta Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne BMKG, pembacaan doa, sambutan Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, sambutan Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, sambutan Bupati Tanjung Jabung Barat sekaligus membuka secara resmi pelatihan, serta penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta SLCN.
Melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat, IPDA Ucen, Kabag Ops AKP Hermanto, S.H. menyampaikan bahwa kehadiran Polres Tanjung Jabung Barat merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan keselamatan nelayan melalui pemahaman informasi cuaca maritim.
"Program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan nelayan membaca informasi cuaca sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan saat melaut. Polres Tanjung Jabung Barat mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat pesisir," ujar IPDA Ucen menyampaikan keterangan Kabag Ops.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin memahami pentingnya informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut, sehingga tercipta budaya melaut yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
Posting Komentar