Kegiatan berlangsung di Pondok Kerja Manggala Agni Daops Sumatera VI Bukit Tempurung, yang berlokasi di Jalan Lintas Kuala Tungkal–Jambi, RT Dusun, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Turut hadir personel Manggala Agni, personel Koramil 419-03/TI yang diwakili Peltu D. Pura, serta perwakilan Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) Desa Muntialo, Nazmi.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan koordinasi mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah rawan hotspot, khususnya Kecamatan Betara dan Kecamatan Kuala Betara. Selain itu, dilakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung pemadaman, peta kerja daerah rawan hotspot, serta kesiapan personel Satuan Tugas Karhutla.
Kapolsek Betara juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarinstansi dalam pelaksanaan patroli terpadu serta penanggulangan Karhutla agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
Dalam pengecekan tersebut, Manggala Agni memastikan seluruh peralatan pendukung pemadaman dalam kondisi siap digunakan, di antaranya satu unit mobil angkut Triton, satu unit sepeda motor KLX, dua unit mesin pompa Mini Strike, selang buang dan selang isap, nozel, helm, sepatu boot, toolbox, jeriken bahan bakar, hingga perlengkapan pemadaman lainnya.
Pada kesempatan itu, AKP Frans Septiawan Sipayung memberikan arahan kepada seluruh personel agar terus mengedepankan deteksi dini melalui patroli rutin, pemantauan menara pengawas, serta monitoring hotspot menggunakan aplikasi Sipongi. Ia juga menginstruksikan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk larangan membakar lahan, serta penanganan cepat apabila ditemukan titik api melalui proses pemadaman, pendinginan, dan pemantauan titik bara.
Selain itu, Kapolsek mengingatkan pentingnya pelaporan secara berjenjang terhadap setiap kejadian Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia juga meminta agar seluruh personel memastikan peralatan selalu dalam kondisi siap pakai serta menjaga kekompakan, solidaritas, dan kesehatan selama menjalankan tugas.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat IPDA Ucen S. Kasih mengatakan bahwa sinergi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi ancaman Karhutla, terutama memasuki musim kemarau.
"Polres Tanjung Jabung Barat terus mendorong koordinasi dan kolaborasi antara Polri, TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta masyarakat agar upaya pencegahan Karhutla berjalan maksimal. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar IPDA Ucen S. Kasih.
Posting Komentar