MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat



TANJAB BARAT – Tim Terpadu Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan ground check sekaligus pendinginan (cooling down) di lokasi bekas titik panas (hotspot) di RT 04 Parit 6, Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB sebagai upaya memastikan tidak adanya bara api yang masih menyala di dalam lahan pascakebakaran yang terjadi pada Kamis (20/8/2026).
Lokasi yang dilakukan pemeriksaan berada pada titik koordinat 1°01'54.2" S 103°21'48.2" E, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 1 hektare.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jenis lahan yang terbakar merupakan lahan semi gambut dengan tanaman campur sari produktif. Tim masih menemukan sisa bara api yang menimbulkan asap tebal pada area kurang lebih 30 meter persegi.

Kegiatan penanganan melibatkan personel gabungan, terdiri dari 2 personel Polsek Betara, 4 orang KMPA Desa Muntialo, 6 personel Manggala Agni, 9 personel BPBD Tanjab Barat, serta 8 masyarakat Desa Muntialo.
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, tim menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya RPK Desa Muntialo dengan 1 unit mesin Mini Striker dan 12 rol selang, Manggala Agni dengan 1 unit mesin Mini Striker dan 12 rol selang, serta BPBD Tanjab Barat dengan 2 unit mesin V20 dan 10 rol selang.

Tim gabungan kemudian dibagi ke sejumlah titik untuk melakukan penyiraman dan pendinginan terhadap bara api yang masih terdapat di dalam lapisan gambut. Selain itu, petugas juga membuat sekat pembatas guna mencegah api kembali meluas.

Namun, proses pendinginan menghadapi sejumlah kendala. Sumber air dari parit kanal kebun tidak mencukupi dan sebagian telah mengering. Kondisi aliran Sungai Betara yang menuju areal perkebunan masyarakat juga sedang surut.
Selain itu, berdasarkan kondisi lapangan, kedalaman gambut di lokasi pascakebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1 meter. Kondisi lahan yang sangat kering akibat cuaca kemarau selama kurang lebih dua bulan tanpa curah hujan turut meningkatkan potensi bara api kembali muncul.

Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., melalui Kasi Humas Ipda Ucen, mengatakan bahwa pihaknya bersama unsur Satgas Karhutla terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam.

“Tim Satgas Terpadu terus melakukan pendinginan terhadap titik-titik bara api yang masih hidup di dalam gambut. Personel juga dibagi pada beberapa titik untuk mempercepat proses pendinginan serta membuat sekat pembatas,” ujar Ipda Ucen.

Ia menambahkan, setelah proses pendinginan dilakukan, personel gabungan akan terus melaksanakan patroli secara kontinyu di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik panas maupun api.

“Patroli rutin tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kembali kebakaran. Kondisi lahan yang kering dan keterbatasan sumber air menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan,” jelasnya.

Ipda Ucen mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lahan dan lingkungan, khususnya selama musim kemarau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat adanya asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Humas Polres Tanjung Jabung Barat

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama