MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat
Tanjung Jabung Barat — Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Terpadu melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di RT 02 Dusun Kampung Tengah, Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ground check dan verifikasi titik hotspot tersebut dilaksanakan mulai pukul 12.20 WIB hingga selesai, dipimpin Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K. bersama tim gabungan penanggulangan karhutla.
Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat Ipda Ucen mengatakan, titik hotspot diketahui berada di belakang Neb Station/GRF PetroChina International Jabung Ltd.
“Setelah menerima informasi adanya hotspot, tim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, pemadaman, pendinginan, serta upaya pencegahan agar api tidak meluas,” ujar Ipda Ucen.
Dari hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar berupa semak belukar dan tanaman kelapa sawit berusia sekitar empat tahun, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hektare. Titik koordinat lokasi berada pada 1°4'56,18" LS dan 103°24'25,798" BT.
Penanganan melibatkan personel gabungan, yakni Polsek Betara sebanyak 5 personel, Koramil 419-03/Tungkal Ilir 5 personel, RPK Distrik 2 WKS 15 personel, Manggala Agni 12 personel, BPBD Tanjung Jabung Barat 7 personel, serta PetroChina International Jabung Ltd sebanyak 15 personel.
Tim gabungan juga mengerahkan berbagai peralatan pemadaman, di antaranya mesin mini striker, mesin Honda V20, selang pemadam, satu unit fire truck, dua unit mobil tangki berkapasitas 15 ton, serta dua unit excavator PC100.

Berdasarkan kronologi, sekitar pukul 12.24 WIB, petugas RPK PT WKS bernama Maulana yang berada di Menara Pantau Api Portabel PT WKS Betara 10 mendeteksi adanya titik hotspot. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada regu RPK Distrik 2 WKS.

Petugas keamanan PT WKS di Pos Betara 10, Zulpan Sirega, juga melihat adanya titik hotspot di belakang Neb Station/GRF PetroChina International Jabung Ltd dan melaporkannya kepada pihak Distrik 2 PT WKS. Selanjutnya, Tim Satgas Terpadu bergerak melakukan upaya penanggulangan.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa angin kencang yang menyebabkan percikan bara api berpindah ke area lain yang mudah terbakar. Kondisi lahan yang kering serta terbatasnya sumber air akibat kanal atau parit yang mengering turut menyulitkan proses penanganan.

Tim Satgas kemudian melakukan pendinginan dan membuat sekat-sekat pembatas untuk mencegah api dan titik hotspot melompat serta meluas ke area lainnya.

“Untuk saat ini, api sudah tidak terlihat di lokasi, namun masih ditemukan beberapa titik asap. Tim akan melanjutkan penanganan dan pemantauan pada Minggu pagi. Pada malam hari, personel bersama masyarakat juga tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi,” jelas Ipda Ucen.

Selain melakukan pemadaman, kepolisian juga telah mendatangi dan mengamankan lokasi, melakukan koordinasi lintas sektoral, meminta keterangan saksi serta pemilik lahan, memasang garis polisi, dan melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.

Kepolisian bersama seluruh unsur Satgas Karhutla mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Polres Tanjung Jabung Barat berkomitmen bersama seluruh stakeholder untuk mencegah dan menanggulangi karhutla demi menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama