TANJAB BARAT — Personel Polsek Tungkal Ulu melaksanakan ground check terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau melalui satelit BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Minggu (23/8/2026).
Ground check dilakukan sebagai tindak lanjut atas terpantau 10 titik hotspot di wilayah hukum Polsek Tungkal Ulu. Kegiatan tersebut dipimpin melalui Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu dengan melibatkan tiga personel, yakni Aiptu Suprayogi, Aiptu Iswantoro dan Aiptu Agusmen.
Kegiatan diawali sekitar pukul 09.00 WIB dengan apel konsolidasi dan koordinasi. Selanjutnya, sekitar pukul 09.30 WIB, tim bergerak menuju lokasi hotspot melalui Jalan Bukit Lago ke arah daerah Siri-Siri.
Sekitar pukul 12.15 WIB, tim tiba di salah satu titik hotspot pada koordinat X -1.1089 dan Y 102.7922, yang bersumber dari satelit NOAA-20 dengan durasi titik panas terpantau selama satu hari dan tingkat kepercayaan sedang.
Lokasi tersebut berada di area hutan di wilayah Ulu Sungai Mual, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan merupakan kawasan hutan dengan jenis tanah mineral dan kondisi topografi berbukit.
Di lokasi, personel menemukan kondisi api telah padam, namun masih terdapat sejumlah titik asap yang mengepul. Lahan yang terbakar berupa ranting kering, tumpukan batang kayu, rumput kering dan semak belukar.
Hasil pengecekan terhadap lima titik koordinat yang berada di sekitar 102.79 diperkirakan masih berada dalam satu hamparan. Area terdampak kebakaran mencakup sekitar tiga bukit dengan luas keseluruhan diperkirakan mencapai ±10 hektare.
“Dari hasil ground check, benar ditemukan kebakaran lahan di kawasan hutan Desa Suban dengan luas kurang lebih 10 hektare. Saat ini api sudah padam, namun masih ditemukan beberapa spot asap,” ujar Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy T.K., S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat Ipda Ucen.
Tim juga melakukan upaya pencarian informasi terkait kepemilikan lahan. Namun, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan tersebut.
Dalam perjalanan kembali sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu juga bertemu dengan Tim Karhutla Koramil Tungkal Ulu di kawasan bekas Koari CJP. Dari bagian atas bukit terlihat adanya kebakaran belukar. Namun, upaya menuju lokasi terkendala akses jalan yang terputus dari arah koari.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan ground check, antara lain lokasi yang cukup jauh dan sulit dijangkau serta tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dugaan bahwa lahan tersebut dibakar untuk pembukaan kebun sawit masih memerlukan pendalaman dan belum dapat dipastikan.
Sebagai langkah pencegahan, Polsek Tungkal Ulu akan meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Petugas juga akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta mencari informasi mengenai pemilik lahan.
Polsek Tungkal Ulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu meluasnya kebakaran, khususnya pada kondisi lahan yang kering.
Humas Polres Tanjab Barat
Polri Hadir, Masyarakat Aman.
Posting Komentar