TANJAB BARAT — Regu Piket Karhutla Polsek Tungkal Ulu melaksanakan kegiatan ground check dan verifikasi titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, dengan sasaran tiga titik koordinat hotspot yang berada di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan dipimpin oleh personel Regu Piket Karhutla Polsek Tungkal Ulu, Aiptu Suprayogi.
Sekira pukul 10.00 WIB, Regu Piket Karhutla terlebih dahulu melaksanakan apel di Pospolsubsektor Suban Polsek Tungkal Ulu. Selanjutnya, sekitar pukul 10.10 WIB, personel bergerak menuju lokasi tiga titik hotspot melalui Jalan Bukit Lago menuju arah Jalan Daerah Siri-Siri, Kecamatan Batang Asam.
Adapun tiga titik koordinat yang menjadi sasaran verifikasi yaitu:
X: -1.1152, Y: 102.7870
X: -1.2133, Y: 102.7775
X: -1.1861, Y: 102.7958
Dalam pelaksanaan ground check, petugas mengalami kendala karena belum menemukan akses jalan yang dapat menjangkau secara langsung ketiga titik koordinat hotspot tersebut. Dengan kondisi tersebut, verifikasi lapangan terhadap lokasi titik panas belum dapat dilakukan secara maksimal.
Meski demikian, Regu Piket Karhutla Polsek Tungkal Ulu tetap melakukan upaya pencegahan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Petugas mengingatkan bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan kebakaran yang meluas, merugikan masyarakat dan lingkungan, serta dapat berimplikasi pada proses hukum apabila dilakukan secara melanggar ketentuan yang berlaku.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy T.K., S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat Ipda Ucen, mengatakan bahwa kegiatan ground check dan verifikasi hotspot merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Polri terus melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap informasi titik panas yang terdeteksi.
Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujar Ipda Ucen.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan Karhutla, khususnya dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan atau indikasi kebakaran di wilayah sekitar.
Posting Komentar