MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat
TANJAB BARAT — Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melakukan ground check dan verifikasi titik panas (hotspot) di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., bersama personel gabungan dari Polsek Betara, Koramil 419-08/Tungkal Ilir, BPBD, Manggala Agni, dan perangkat Desa Muntialo.
Lokasi kebakaran berada di Parit 6, Dusun Karya Lestari, RT 04, Desa Muntialo. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar diperkirakan seluas ±1 hektare, dengan kondisi lahan berupa semi gambut dan ditumbuhi tanaman campuran produktif, di antaranya tanaman pinang berusia sekitar 15 tahun serta tanaman sawit berusia sekitar 2–4 tahun.
Informasi mengenai titik api pertama kali diketahui oleh Tim Manggala Agni saat melakukan patroli Karhutla menggunakan drone. Sekitar pukul 12.50 WIB, tim mendeteksi adanya titik asap dan langsung bergerak menuju lokasi bersama Kapolsek Betara, Bhabinkamtibmas Desa Muntialo, serta Babinsa Muntialo.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman dan penanganan untuk mencegah api meluas. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan pada area yang telah terbakar.

Dalam penanganan tersebut, Satgas Karhutla mengerahkan 5 personel Polsek Betara, 2 personel Koramil 419-08/Tungkal Ilir, 5 personel BPBD, 2 perangkat Desa Muntialo, dan 8 personel Manggala Agni.

Peralatan yang digunakan antara lain mesin Mini Striker sebanyak dua unit dan 15 rol selang dari Manggala Agni. Selain itu, RPK Distrik 2 WKS turut mengerahkan satu unit mesin Mini Striker 2/P20 dan 15 rol selang.
Pemilik lahan diketahui atas nama Poltak Sitepu, warga RT 02, Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 Sementara itu, salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah Irianto, Kepala Dusun Muntialo.
Kapolsek Betara bersama tim juga melakukan koordinasi lintas sektoral, mencatat keterangan saksi dan pemilik lahan, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan.

Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat IPDA Ucen mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu setelah tim mendeteksi adanya titik asap melalui patroli drone.

“Setelah mendapat informasi adanya titik asap, personel bersama tim terpadu langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pemadaman dan pendinginan. Saat ini proses pendinginan telah dilakukan,” ujar IPDA Ucen.

Menurutnya, salah satu kendala di lapangan adalah sumber air yang cukup jauh dari lokasi, sehingga proses pemadaman membutuhkan dukungan peralatan dan koordinasi antarinstansi.

IPDA Ucen menambahkan, tim Satgas Karhutla akan kembali melakukan pengecekan pada Jumat pagi untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak terjadi kembali kebakaran di lokasi,” katanya.

Lokasi kejadian berada pada koordinat 1°01'54.2" LS dan 103°21'48.2" BT. Hingga proses pendinginan selesai, tim masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan guna mencegah api kembali menyala dan meluas.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama