KUALA TUNGKAL — Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tungkal Ulu, Koramil Tungkal Ulu, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan unsur terkait bergerak cepat melakukan ground check terhadap titik panas (hotspot) yang terpantau BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sutan Thaha Jambi di wilayah hukum Polsek Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pemantauan BMKG pada Selasa (15/9/2026) mencatat sebanyak 73 titik hotspot di wilayah hukum Polsek Tungkal Ulu. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melaksanakan ground check pada Rabu (16/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan titik api di Daerah 44, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam. Kondisi api saat tim tiba masih hidup dan terdapat sejumlah titik dengan kabut asap tebal.
Lokasi kebakaran diketahui berada di kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jenis tanah mineral dan kondisi topografi berbukit. Di lokasi tersebut tidak terdapat sumber mata air yang dapat digunakan untuk mendukung proses pemadaman.
Hasil ground check menunjukkan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±15 hektare, dengan material yang terbakar berupa ranting, ilalang kering, dan semak belukar.
Tim gabungan kemudian berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat bantu sederhana berupa kayu dan ranting pohon yang tersedia di sekitar lokasi.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga menggali informasi terkait pemilik lahan dan pihak yang diduga melakukan pembakaran. Namun, hingga kegiatan berlangsung, petugas belum menemukan orang yang melakukan pembakaran maupun memperoleh informasi pasti mengenai pemilik lahan.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy TK, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen S. Kasih, mengatakan ground check dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencegah api meluas.
“Tim gabungan langsung mendatangi titik koordinat yang terpantau untuk memastikan kondisi di lapangan. Saat dilakukan pengecekan, api masih hidup dan ditemukan lahan yang terbakar dengan luas sekitar 15 hektare,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim juga terus melakukan upaya untuk mendapatkan informasi mengenai pemilik lahan serta penyebab terjadinya kebakaran.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam penanganan. Lokasi cukup jauh dan sulit dijangkau, sementara tidak tersedia sumber mata air di sekitar lahan yang terbakar.
Sebagai langkah lanjutan, tim terpadu akan meningkatkan patroli pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Petugas juga akan melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran, mencari informasi terkait pemilik lahan, serta melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan.
Kegiatan ground check tersebut melibatkan empat personel Polsek Tungkal Ulu, satu personel Koramil Tungkal Ulu, lima personel Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta didukung delapan unit sepeda motor sebagai sarana menuju lokasi.
Tim gabungan memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu, terutama terhadap titik-titik panas yang terpantau di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Posting Komentar