MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT

Polres Tanjab Barat

TANJAB BARAT — Personel Polsek Merlung bersama unsur TNI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK), dan personel BKO melaksanakan ground check terhadap sejumlah titik hotspot yang terpantau oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi di wilayah Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap 7 titik koordinat hotspot, yakni:

Ground check melibatkan personel Polsek Merlung, yakni Aipda Edwin, Brigadir Novriansyah, dan Briptu M. Gultom, bersama personel TNI Kopda Dayat, RPK Iza Saputra dan Adi Wijaya, serta personel BKO Praka Rodi.

Petugas menggunakan sejumlah peralatan pendukung berupa empat unit sepeda motor, satu unit mesin genset, satu unit drone, dan GPS untuk membantu proses pemantauan serta verifikasi lokasi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan lahan yang terbakar dengan luas sekitar ±2 hektare yang didominasi semak belukar. Petugas kemudian melakukan verifikasi kondisi lahan, proses pendinginan, serta pengawasan di sekitar lokasi.
Sebagai bagian dari penanganan, petugas juga memasang police line dan spanduk bertuliskan “Lahan Dalam Proses Penyelidikan Polsek Merlung” di lokasi kejadian. Hasil kegiatan selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan.
Kapolsek Merlung IPTU Hendro Gusfian, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat IPDA Ucen, mengatakan bahwa langkah ground check dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap informasi hotspot sekaligus memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Petugas langsung melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap titik hotspot yang terpantau. Dari hasil pemeriksaan ditemukan lahan terbakar sekitar dua hektare dan saat ini api sudah padam serta telah dilakukan proses pendinginan,” ujar IPDA Ucen menyampaikan keterangan Kapolsek Merlung.

Ia menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi petugas dalam proses penanganan adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi.
“Meski terdapat kendala sumber air yang jauh, personel tetap melakukan pendinginan dan pengawasan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali. Lokasi juga telah dipasang police line dan spanduk karena masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Polsek Merlung mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.

Polsek Merlung berkomitmen melakukan pemantauan dan penanganan secara cepat terhadap setiap informasi hotspot guna mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polsek Merlung.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama