Kegiatan ini merupakan bagian dari program hortikultura yang difokuskan pada penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif desa.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya perwakilan Kepala Desa Parit Bilal yang diwakili oleh Kepala Dusun Bunasir, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BUMDes beserta perangkat desa,
Bhabinkamtibmas Teluk Nilau Aiptu Lisanuddin, Ka SPK Aiptu Mas’ud, S.E, serta Ketua Kelompok Tani “Karya Makmur”, Burhan.
Pengecekan dilakukan di lahan program ketahanan pangan seluas kurang lebih 500 meter persegi yang ditanami jagung hibrida. Lahan tersebut merupakan milik almarhum H. Legos, warga Desa Teluk Nilau, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Mapolsek Pengabuan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pertumbuhan tanaman jagung dinilai tidak optimal atau mengalami kegagalan.
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor alam, di antaranya kelembapan tanah yang tinggi akibat curah hujan, kondisi lahan yang berada di dataran rendah dekat area persawahan, serta serangan hama tanaman.
Selain itu, tidak tersedianya saluran pembuangan air (parit) juga menjadi salah satu kendala utama.
Diketahui, penanaman jagung dilakukan pada tanggal 28 Februari 2026 dan tidak menggunakan anggaran Dana Desa.
Sebagai tindak lanjut, pihak terkait berencana melakukan penanaman ulang dengan persiapan yang lebih matang, termasuk perbaikan sistem drainase lahan dan pengendalian hama, guna memperoleh hasil yang lebih maksimal.
Kasi Humas Polres Tanjung Jabung Barat, IPDA Ucen, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar program ketahanan pangan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Posting Komentar