Kuala Tungkal – Puluhan personel Polres Tanjab Barat Polda Jambi mengikuti kegiatan Mapping Psikologi berupa tes psikologi terpadu kolektif yang digelar di Aula Rekonfu Mapolres Tanjab Barat, Selasa (12/05/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti personel mulai dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran.
Kapolres Tanjab Barat AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K., M.H. melalui Kabag SDM AKP Junaidi Anton, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk pelaksanaan tes psikologi senjata api organik, mapping psikologi, serta konseling psikologis bagi seluruh anggota Polri, khususnya personel Polres Tanjab Barat yang memiliki persoalan keluarga maupun kedinasan.
“Mapping psikologi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan satu tahun sekali dan terselenggara atas kerja sama Polres Tanjab Barat dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jambi,” ujar AKP Junaidi Anton.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut nantinya akan diketahui kondisi mental kepribadian, kejiwaan, minat, bakat, hingga kompetensi masing-masing personel. Hasil dari tes psikologi itu juga akan dijadikan dasar pertimbangan dalam penempatan personel selain berdasarkan track record dan merit system.
Selain itu, mapping psikologi juga dimanfaatkan sebagai sarana pendukung bagi anggota yang memenuhi syarat penggunaan senjata api organik serta personel yang ingin meningkatkan karier melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) maupun Pendidikan Alih Golongan (PAG).
Sementara bagi personel perwira, tes psikologi digunakan sebagai persiapan menghadapi asistensi jabatan tertentu yang di dalam proses seleksinya juga terdapat tahapan tes psikologi.
AKP Junaidi Anton menegaskan, tes psikologi juga menjadi salah satu indikator penting bagi anggota pemegang senjata api organik. Menurutnya, meskipun hasil tes tertulis dinyatakan baik dan lulus, namun apabila hasil kajian menunjukkan tingkat emosi yang tinggi maka rekomendasi penggunaan senjata api tidak akan diberikan.
“Kegiatan hari ini diikuti oleh 65 personel, terdiri dari seluruh pejabat utama, Bintara yang menjabat jabatan perwira, seluruh anggota pemegang senpi, dan anggota yang nilai e-mentalnya perlu konseling,” pungkasnya.
Posting Komentar