TANJAB BARAT — Personel Polsek Pengabuan bersama pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat melaksanakan ground check terhadap data titik panas (hotspot) yang terdeteksi BMKG Jambi, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan data BMKG, titik panas terdeteksi pada pukul 13.57 WIB melalui satelit NOAA-20 dengan koordinat 103.2204 Bujur dan -0,7654 Lintang. Titik tersebut tercatat sebagai HS BMKG Nomor 21 dan menjadi dasar pelaksanaan pengecekan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berkoordinasi dengan Kepala Desa Sungai Jering, unsur pemerintah desa serta masyarakat setempat. Hasil pengecekan menemukan adanya kebakaran lahan dengan luas sekitar 0,5 hektare di areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dengan usia tanam sekitar tiga tahun.
Lokasi lahan terbakar berada di wilayah Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Saat dilakukan pengecekan, kondisi api secara umum telah padam dan hanya menyisakan sejumlah titik asap. Dugaan sementara, sumber api berasal dari kawasan Parit 1 Pulau Kijang, sementara pemilik lahan masih dalam penyelidikan.
Petugas bersama masyarakat kemudian melakukan upaya pemadaman dan pendinginan menggunakan satu unit mesin Robin dan empat gulung selang. Selain itu, masyarakat juga menggunakan parang dan cangkul untuk membuat embung air serta sekat api secara manual guna mencegah api kembali meluas.
Kapolsek Pengabuan IPTU M. Soetrisman, S.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen, mengatakan bahwa kegiatan ground check dilakukan sebagai langkah cepat menindaklanjuti informasi titik panas dari BMKG sekaligus memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Petugas bersama pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Api sudah padam dan tersisa spot asap, namun masih terdapat titik api di kawasan Parit 1 Pulau Kijang yang belum dapat dilakukan pendinginan secara maksimal karena keterbatasan mesin dan panjang selang,” ujar IPDA Ucen.
Hingga sekitar pukul 14.41 WIB, masyarakat Desa Sungai Jering tetap melakukan pemantauan dan bersiaga di lokasi dengan satu unit mesin Robin dan empat gulung selang. Keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala dalam menjangkau titik api yang berada cukup jauh.
“Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dan mencegah kebakaran meluas. Hasil kegiatan juga telah dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut,” tambahnya.
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Desa Sungai Jering M. Arbani, Ps. Kanit Binmas Aiptu Ade E. Jungki, Babinsa Serka Sugiarto, Sekdes M. Robi beserta staf Desa Sungai Jering dan masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Posting Komentar