TANJAB BARAT — Personel Polsek Betara bersama unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla melaksanakan ground check dan verifikasi terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan perkebunan milik warga di RT 08 Parit 2 Suak Sangkar, Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kebakaran diketahui terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±5 hektare.
Lokasi yang terbakar merupakan area perkebunan warga dengan vegetasi berupa tanaman kelapa sawit berusia sekitar 10 tahun serta semak belukar. Kondisi vegetasi yang kering dan tiupan angin turut mempercepat penyebaran api.
Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung, S.T.K., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen S. Kasih, mengatakan personel bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Setelah menerima informasi, personel Polsek Betara bersama unsur Satgas Karhutla langsung menuju lokasi untuk melaksanakan ground check, verifikasi, sekaligus melakukan upaya penanganan agar api tidak meluas,” ujar IPDA Ucen.
Dalam proses penanganan, petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air. Sumber air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran. Selain itu, kondisi medan, jarak pandang, serta waktu yang telah memasuki malam hari menjadi pertimbangan keselamatan personel dalam pelaksanaan pemadaman.
Petugas kemudian melanjutkan penanganan pada Jumat (18/9/2026). Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Sekitar pukul 15.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan selanjutnya dilakukan pendinginan serta pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali menyala.
Penanganan melibatkan personel gabungan dari Polsek Betara sebanyak empat personel, Koramil 419-03/Tungkal Ilir dua personel, BPBD sembilan personel, Manggala Agni dua personel, Jadestone Ltd satu personel, RPK Distrik 1 WKS tiga personel, serta Pemerintah Desa Mandala Jaya dua personel.
Dalam penanganan tersebut, tim menggunakan satu unit mesin V20, satu unit mesin Robin, empat unit nozzle, dan 20 rol selang.
Sementara itu, asal api masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Betara. Petugas telah melakukan pendataan, meminta keterangan saksi dan pemilik lahan, memasang police line, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Karena itu, belum dapat disimpulkan apakah kebakaran disebabkan faktor kelalaian, aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan, maupun faktor lainnya,” jelas IPDA Ucen.
Polsek Betara bersama Satgas Karhutla juga akan terus melakukan monitoring dan ground check lanjutan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Selain penanganan di lapangan, Bhabinkamtibmas dan personel Binmas Polsek Betara akan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan kelompok tani mengenai bahaya Karhutla, khususnya larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Polres Tanjab Barat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.
Posting Komentar