Kuala Tungkal, 17 September 2026 — Tim Karhutla Polsek Tungkal Ulu bersama personel Koramil Tungkal Ulu melaksanakan apel dan kegiatan ground check serta verifikasi titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026), menindaklanjuti pantauan sebanyak 60 titik hotspot yang terdeteksi pada Rabu (16/9/2026) di wilayah Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Salah satu lokasi yang diverifikasi berada di kawasan Bukit Lago dan Sungai Mual, Desa Suban, Kecamatan Batang Asam. Tim gabungan berhasil mencapai titik koordinat yang terpantau dan menemukan lahan yang terbakar dengan luas sekitar ±15 hektare.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan tersebut berada dalam kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jenis tanah mineral dan kondisi topografi berbukit. Material yang terbakar berupa ranting serta ilalang atau semak belukar yang kering.
Saat dilakukan pemeriksaan, kondisi api telah padam. Tim juga melakukan upaya pendinginan terhadap sisa-sisa material yang berpotensi terbakar kembali dengan menggunakan alat bantu sederhana berupa kayu dan ranting yang tersedia di lokasi.
Kapolsek Tungkal Ulu AKP Windy TK, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat IPDA Ucen S. Kasih, mengatakan kegiatan ground check merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
“Tim telah mendatangi langsung titik koordinat yang terpantau dan memastikan kondisi di lapangan. Saat ini api sudah padam. Terkait penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar IPDA Ucen.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tungkal Ulu yang turun ke lapangan terdiri dari AIPTU Iswantoro, AIPTU Agusman, BRIGPOL Gunawan Ali, S.E., dan BRIGPOL A.T. Manalu, S.E. Sementara dari Koramil Tungkal Ulu turut hadir KOPTU Rosi dan KOPDA Imam Hambali.
Tim menggunakan empat unit sepeda motor untuk menjangkau lokasi. Medan yang jauh dan sulit dijangkau serta tidak tersedianya sumber air menjadi sejumlah kendala dalam pelaksanaan pengecekan dan penanganan di lapangan.
Selain memastikan kondisi api, tim gabungan juga melakukan pencarian informasi terkait status kepemilikan lahan serta pihak yang diduga melakukan pembakaran. Namun, di lokasi tidak ditemukan orang yang melakukan pembakaran maupun pihak yang dapat memastikan pemilik lahan.
Polsek Tungkal Ulu bersama tim terpadu Karhutla selanjutnya akan meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar. Penyelidikan juga terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan.
“Upaya pencegahan akan terus ditingkatkan melalui patroli, sosialisasi dan pemantauan wilayah. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dapat menyebabkan kebakaran meluas dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat,” kata IPDA Ucen.
Hasil ground check menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus tindak lanjut dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah hukum Polsek Tungkal Ulu.
Posting Komentar